Dalam masa pandemi COVID-19, zakat dan wakaf sebenarnya merupakan solusi besar yang memberikan peran dalam menopang perekonomian um..."/> Dalam masa pandemi COVID-19, zakat dan wakaf sebenarnya merupakan solusi besar yang memberikan peran dalam menopang perekonomian um..."> Dalam masa pandemi COVID-19, zakat dan wakaf sebenarnya merupakan solusi besar yang memberikan peran dalam menopang perekonomian um..."> Berita & Event WS
Dana Yang Terkumpul   
Yusliana    Rp. 5.000.000
Yongki Wicaksono    Rp. 100.000
Pak Indra    Rp. 300.000
Pak Amri Djafar Nanggo    Rp. 1.000.000
Pak Isma    Rp. 500.000
Nuryadi    Rp. 100.000
Pak Amri Djafar Nanggo    Rp. 1.000.000
Amy    Rp. 200.000
Jaria    Rp. 425.000
Bunda Sriyatinah    Rp. 1.000.000
Total Dana Rp. 64.542.670

Berita Dan Kegiatan

Selamatkan Negeri dengan Wakaf Ekonomi Produktif

Dalam masa pandemi COVID-19, zakat dan wakaf sebenarnya merupakan solusi besar yang memberikan peran dalam menopang perekonomian umat manusia.

Seperti yang kita ketahui bahwa Negara Indonesia merupakan negara yang memiliki masyarakat muslim terbanyak di dunia. Melalui wakaf produktif yang dikelola oleh pihak lembaga-lembaga wakaf mampu mengembangkan perekonomian negara dalam mengatasi masalah kemiskinan.

Dalam hal ini yang harus kita pahami sebagai umat muslim ialah pengetahuan tentang wakaf dan zakat. Dimana zakat tidak hanya dilakukan pada saat di bulan Ramadhan saja, tetapi zakat juga harus dikeluarkan dari sebagian harta yang kita miliki. Dan untuk saat ini zakat dan wakaf sangat berpotensi dalam menunjang perekonomian masyarakat luas.

Menurut sumber oleh M. Fuad Nasar, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, pengembangan wakaf merupakan salah satu isu strategis dalam akselerasi ekonomi syariah di Tanah Air. Gerakan wakaf memperoleh amunisi baru melalui jangkar program pemberdayaan dana sosial keagamaan dan pengembangan kelembagaan ekonomi umat yang diakomodir dalam program prioritas nasional pada Rancangan Teknokratik Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. 

Pemerintah melalui Kementerian Agama memiliki peran sentral-substansial sebagai regulator pengelolaan wakaf. Pengembangan wakaf di bawah leading sector Kementerian Agama di-back up dengan peran Badan Wakaf Indonesia (BWI) yang mempunyai tugas mengembangkan dan memajukan perwakafan.

Sayangnya, sejauh ini masih banyak masyarakat yang memahami wakaf sebagai hal yang berdiri sendiri dan terpisah dari konteks pembangunan ekonomi umat. Hal itu berimplikasi pada cara penanganan masalah wakaf yang seringkali dipahami sebatas tugas yang bersifat rutin, teknis dan administratif saja, seperti pendaftaran nazhir, istibdal (tukar-ganti) harta wakaf, pengembangan sistem informasi wakaf, pengelolaan wakaf uang, sukuk wakaf, pengamanan aset-aset wakaf, dan sejenisnya.

Padahal, banyak hal yang bisa diambil dari wakaf dalam menghadapi masa pandemi ini. Wakaf bukan hanya untuk pembangunan masjid, makam, dan madrasah saja. Akan tetapi, wakaf juga bisa dilakukan untuk berbagai hal yang bisa dimanfaatkan secara luas di masa sekarang tentunya. Contoh yang bisa dilakukan dengan wakaf produktif ialah membangun rumah sakit yang paling dibutuhkan saat ini, wakaf pertanian untuk menunjang ketahanan pangan negara, wakaf ekonomi dan wakaf lainnya yang mampu memberikan manfaat besar bagi kestabilan dan perkembangan ekonomi negara.

Oleh karena itu, pemangku kepentingan di bidang perwakafan, baik regulator, nazhir wakaf hingga masyarakat luas dan global perlu membangun upaya kolaboratif agar pengelolaan wakaf di era 4.0 ini dapat diwujudkan.

(yas)

Komentar

© 2017 Wakaf Sejahtera. All Rights Reserved.