Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Pemuda Yang Hebat Dan Bangsa Yang Kuat

Kebangkitan atau penurunan sebuah bangsa sangat dipengaruhi oleh semangat yang tinggi para generasi muda. Ketika kekuatan para generasi muda bersatu maka kekuatan itu menjadi kekuatan yang sangat kokoh.

Allah pun berfirman yang artinya: "kami kisahkan kepadamu dengan benar, sesungguhnya mereka adalah para pemuda yang beriman kepada tuhan mereka dan kami tambahkan pula mereka petunjuk.

Ayat tersebut mengkisahkan tentang para pemuda Ashabul Khafi, para pemuda beriman dengan teguh pendirian. Sekarang Indonesia telah merdeka, kita pun bebas untuk mencari ilmu, beribadah dan sebagainya. Kita sebagai generasi muda merupakan aset yang paling besar untuk kemajuan bangsa, penerus bangsa dan hal yang paling terpenting ialah "Pelurus Bangsa". Allah SWT berfirman di dalam Al – Qur’an surah An – Nisa ayat 9 yang berbunyi

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya : “Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Oleh karena itu wajib bagi kita untuk takut meninggalkan anak – anak generasi muda yang lemah. Prof. Dr. BJ Habibi mengatakan lima kelemahan yang harus kita hindari yakni lemah harta, lemah fisik, lemah ilmu, lemah semangat hidup dan yang sangat ditakutkan adalah lemah akhlaq. Jika kelima kelemahan ini melekat pada pemuda di Indonesia, kita yakin mereka bukan pelopor pembangunan, melainkan virus pembangunan, penghambat pembangunan, bahkan penghancur pembangunan masa depan bangsa. Maka itu kita harus mempersiapkan pemuda Indonesia untuk bisa menjadi pemuda yang mencintai negaranya sendiri.

Di tangan kita inilah Indonesia akan kita bawa !

Maju atau mundur, baik atau buruk suatu bangsa itu semua tergantung pada bagaimana perilaku kita sebagai generasi muda. Apakah kita sebagai generasi bangsa memiliki tingkah laku yang baik dan berfikir positif ? sehingga kita dapat berkreasi untuk memajukan bangsa, atau sebaliknya yang hanya berhura-hura menghabiskan waktu untuk hal yang tidak penting, sehingga lupa untuk meneruskan perjuanagn para pendahulu kita.

Seperti seorang pujangga Mesir berkata :

Artinya : “ Sesungguhnya pada tangan -  tangan pemudahlah urusan umat dan pada kaki – kaki merekalah kehidupan umat " Maka bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai sejarah perjuangan para pendahulu kita. Sedangkan,pemuda yang hebat adalah pemuda yang mampu membuat bangsanya menjadi bangsa yang kuat.



Komentar