Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Menselaraskan Antara Kepentingan Dunia dan Akhirat

Dalam hidup ini, tentu kita memiliki tujuan. Tujuan hidup tersebut merupakan pandangan atau arahan kemana kita harus pergi. Tujuan hidup akan memberikan kita semangat untuk terus menggapainya. Tujuan hidup tidak akan membuat kita lemah, justru tujuan hidup akan membuat  kita menjadi lebih kuat, kuat dalam menghadapi hal apapun, kuat menghadapi segala rintangan. Apapun akan dilalui demi sampai pada tujuan hidup. Tujuan hidup bukan hanya sebagai ungkapan atau kata kata semata, karena tujuan hidup harus benar-benar kita tuju. Maka apabila tujuan hidup manusia dalah kebahagiaan di akhirat, tetaplah istiqomah dalam menjalani hidup dengan menselaraskan antara kepentingan duniawi dan kepentingan akhirat tanpa melalaikan diantara keduanya.

Allah Swt berfirman dalam (QS. Asy-Syura: 20) yang artinya : “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagia pun di akhirat.”  Firman Allah SWT tersebut menegaskan bahwa kehidupan akhirat lebih penting dan lebih banyak manfaatnya bagi seorang Muslim jika ingin mengejarnya. Semua orang sudah mengetahui bahwa hidup di dunia hanya sebentar dan hidup yang abadi itu di akhirat kelak. 

Walaupun kesadaran dan keyakinan kita mengenai hidup di dunia yang berlaku sementara sedangkan hidup di akhirat adalah kehidupan yang abadi dan kekal, tak lantas membuat kita sadar sepenuhnya. Lihatlah dan perhatikanlah betapa banyak orang yang mengabaikan akhirat, mereka sibuk dan asyik dengan dunia, seolah-olah merasa bahwa akan tinggal selamanya di dunia yang fana ini. Mereka lupa bahwa mereka sedang berjalan menuju akhirat. Lihatlah segala peristiwa seperti kematian dan bencana, apakah tanda-tanda dari Allah tersebut masih kurang membuat kita sadar?

Hidup bahagia di akhirat kelak, sangat ditentukan oleh kualitas hidup kita di dunia. Kualitas baik atau buruknya kita menjalani hidup di dunia, menentukan sukses atau gagalnya kita hidup di akhirat. Sukses hidup di akhirat artinya masuk surga, sedangkan gagal hidup di akhirat artinya masuk neraka. Ibarat menabung di usia muda, maka akan menentukan kehidupan kita di masa tua. Kembali lagi bahwa semuanya tergantung pilihan seorang mukmin dalam menjalani hidup yang menjadi haknya, karena sejatinya hidup itu pilihan.

Maka dari itu jika kita menginginkan kebahagiaan di akhirat kelak, mulailah evaluasi diri apakah yang kurang dalam hidup ini? Sudahkah kita taat pada perintah Yang Maha Kuasa ? Melalui program wakaf sejatera ini mari kita sama-sama menghiasi iman dan hati kita dengan menjadikan harta yang hakikatnya hanyalah sebuah titipan dari allah Swt sebagai sarana kita menabung pahala untuk meraih kebahagiaan di surga . Sebab dengan melaksanakan wakaf secara tidak langsung manfaat yang dihasilkan akan memperbaiki dunia untuk saudara kita dan Allah akan memperbaiki akhirat untuk kita.

Komentar