Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Mengapa Harus Berbagi Dalam Kebaikan ?

   Setiap manusia tidak bisa hidup sendiri, kita membutuhkan orang lain untuk bersosialisasi guna untuk saling membantu

satu sama lain dan jika kita mengalami suatu cobaan.  Dalam kata berbagi kita bisa dengan cara apapun contohnya:

dengan menyedekahkan sedikit dari sebagian harta kita. Seperti yang terkandung dalam suarah Al Hadid:7 

   

آَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ فَالَّذِينَ آَمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu 

menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala 

yang besar.” (QS. Al Hadiid: 7)


Ayat ini jelas menunjukkan bahwa harta kita hanyalah titipan Allah karena Allah Ta’ala firmankah (yang artinya), 

“Hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.” Hakikatnya, harta tersebut adalah milik Allah. Allah Ta’ala yang

beri kekuasaan pada makhluk untuk menguasai dan memanfaatkannya.

   Kita sudah mengetahui bahwa harta kita hanyalah sementara yang dititipkan Allah kepada setiap hambanya. Maka cara 

memanfaatkan harta kita ialah dengan cara bersedekah atau mewakafkan setengah harta yang kita miliki.

Berwakaf ialah seseorang menyerahkan harta yang tetap ada terus wujudnya namun selalu memberikan manfaat dari waktu 

ke waktu tanpa kehilangan benda aslinya. 

Wakaf berbeda dengan sedekah biasa. Kalau sedekah biasa, begitu kita memberikan hartanya, maka biasanya harta itu 

langsung habis manfaatnya saat itu juga. Misalnya, seseorang bersedekah memberikan 10 orang fakir miskin berbuka puasa. 

Begitu makanan sudah makan, maka orang itu dapat pahala. Tapi tidak ada pahala lainnya setelah itu, sebab pokok(makanan)

sedekah itu sudah selesai manfaatnya.

Sedangkan dalam wakaf, seseorang bersedekah dengan harta yang pokoknya tetap ada, namun harta itu bisa menghasilkan 

pemasukan atau penghasilan yang bersifat terus menerus dan juga rutin. 

   Semuanya akan dimintai pertanggung jawaban dihadapan Allah, maka manfaatkan harta dengan sebaik-baiknya dan mari kita

semua di bulan yang penuh berkah ini dengan Fastabiqul khoirot yaitu berlomba-lomba didalam kebaikan satu diantaranya

adalah dengan cara berwakaf karena akan terus mengalir kebaikan didalamnya.

Sekarang kita sudah mengetahuinya, maka laksanakanlah agar hidup kita berkah dan selalu di rahmati oleh Allah.     



Komentar