Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Kebaikannya Sekali Pahalanya Mengalir Abadi

Terkadang Mungkin banyak orang tidak menyadari bahwa ketika mengeluarkan harta di jalan Allah, sesungguhnya pihak yang paling beruntung adalah kita. Meskipun harta itu berpindah ke pihak lain, orang yang paling pertama merasakan manfaat dan keuntungannya adalah kita sendiri. Secara logika, harta kita berkurang dan tidak lagi menjadi milik kita. Padahal sesungguhnya manfaat dari harta itu, kembali pada kita dalam bentuk penolakan bala (bencana), memadamkan kemurkaan Allah SWT, menghapus dosa, dan melipat gandakan pahala.

Lalu, dalam bentuk apa saja manfaat berwakaf dikembalikan Allah kepada kita ?

1. Membuka pintu rezeki. 

Jangan sekali-kali berpikir bahwa dengan beramal jariyah, kita menjadi rugi/harta berkurang. Karena sesungguhnya janji Allah SWT itu pasti benar. Allah mustahil ingkar. Ketika kita berwakaf, sesungguhnya kita sedang mengundang rezeki Allah SWT datang lebih banyak dan lebih berkah. Allah Swt berfirman dalam (QS.Al-Baqoroh : 261) Yang artinya : “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui."

2. Menghapus dosa dan meredam murka Allah.

Sesungguhnya kita adalah makhluk penuh dosa. Kita terlihat baik di mata sesama manusia, itu karena kebaikan Allah menutupi aib-aib kita. Jika hati kita dibuka, mungkin penuh dengan noktah-noktah hitam akibat penyakit hati yang tidak kasat mata. Akibat sombong, rasa ingin dipuji, amal yang tidak ikhlas, prasangka buruk, iri dengki, dan sebagainya. Belum lagi ditambah dengan catatan perbuatan buruk kita pada orang lain dan lingkungan. Keburukan yang dilakukan terang-terangan maupun tersembunyi. Jika satu saja dari sekian banyak dosa tersebut dibalas oleh Allah di akhirat kelak, maka kita tidak sanggup menanggungnya. Bukankah siksa paling ringan di neraka adalah memakai alas kaki yang membuat kepala mendidih karenanya? Sungguh kita tidak akan sanggup. 

3. Menangkal penyakit hati.

Berwakaf dapat menangkal penyakit hati, diantaranya penyakit kikir. Seperti yang kita ketahui, sifat kikir membuat pelakunya merasa tidak tenang dalam menjalani kehidupan. Hatinya selalu cemas memikirkan harta benda miliknya. Khawatir hartanya berkurang, atau ada yang mencuri. Sebaliknya, dengan berwakaf hati menjadi tenang dan tentram. Dijauhkan dari rasa cinta dunia.

4. Menolak bala.

Tidak ada orang yang mau tertimpa bencana. Namun, seringkali hal itu terjadi tiba-tiba. Dengan berwakaf, semoga Allah menjauhkan kita dari marabahaya.

5.  Walau umur terputus pahala mengalir terus.

Jika amal jariyah berupa infak saja, misalnya seseorang menginfakkan sejumlah uang untuk fakir miskin, maka sang fakir itu bisa saja menggunakan uang itu untuk berbelanja kebutuhan pokok, sehingga uangnya habis. Lain halnya dengan wakaf. Ketika seseorang berwakaf, maka yang dibagikan kepada orang lain adalah manfaat dari harta tersebut. Jadi, semoga kita diberi kelapangan hati oleh Allah untuk berwakaf. Walau umur terputus pahala tetap mengalir terus.


Nandang

Komentar