Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Jadikan Harta Sebagai Jalan Penghubung Menuju Surga

Manusia setiap hari melakukan rutinitas, satu diantaranya adalah bekerja, pertanyaannya adalah untuk apa kita bekerja? setiap orang berpendapat pasti untuk  mencukupi segala kebutuhan pribadinya dalam menjalani hidup ini. Namun berbeda dengan Sulaiman Al- Rajhi, ia malah menyumbangkan seluruh harta yang dimilikinya. Miliarder Arab Saudi ini memilih untuk hidup lebih sederhana dengan memberikan semua hasil keringatnya, saham dan properti kepada yang lebih membutuhkan.

Majalah Forbes pernah menobatkan Sulaiman Al-Rajhi ini sebagai orang ke-120 terkaya di dunia, beliau juga merupakan pendiri bank Islam terbesar di dunia bernama Bank Al-Rajhi dan perusahaan terbesar di Arab Saudi. Tercatat kekayaannya sampai dengan tahun 2011 berjumlah US$ 7,7 miliar.

Padahal semasa kecil, beliau hanya mengenyam bangku sekolah dasar, namun berkat kegigihannya Sulaiman Al-RAjhi mampu mengelola saham utama di Bank Al-Rajhi. Untuk mencapai itu semua, waktu yang diperlukan juga tidak secepat membalikan telapak tangan atau dengan kata lain butuh proses yang panjang dalam mencapai kesuksesan yang diinginkan, tidak sedikit 30 tahun lamanya beliau berupaya menggapai itu semua. 

Selain sukses di dunia perbankan, Sulaiman Al-Rajhi juga memiliki kebun kurma terluas di daerah Qasim dekat Riyadh, Arab Saudi. Kebun seluas 5.466 hektar itu  ditumbuhi sekitar 200 ribu pohon kurma, menariknya lagi beliau memilih mewakafkan ladang luas yang terbentang itu kepada yayasan Al Khairiyyah dan setiap bulan Ramadhan buah-buah kurma ini dibawa ke Masjidil Haram Mekkah dan Masjid Al Nabawi Madinah untuk hidangan berbuka puasa. 

Kebun ini bukanlah satu-satunya yang dimiliki beliau, akan tetapi masih ada tiga perkebunan kurma yang beliau wakafkan untuk bulan Ramadhan. Siapa sangka jutawan ini pernah jatuh miskin sebanyak dua kali selama hidupnya, namun kondisi miskin yang pernah dia alami itu justru kian mengubah pandangan Sulaiman Al-Rajhi bahwa harta semata-mata bukanlah tujuan hidupnya. Karena baginya, seluruh kekayaan materi yang dia miliki saat ini hanyalah titipan Allah yang kapan saja bisa diambil kembali. Oleh karena itu, tanpa ragu dan berat hati Sulaiman Al-Rajhi melepas semua kekayaanya yang dimiliki kepada yang lebih membutuhkan. 

Untuk itu jadikanlah harta sebagai penghubung kita agar lebih dekat menuju Surga Nya Allah swt salah satunya yaitu dengan berwakaf, jangan sampai apa yang kita miliki saat ini menjadikan seseorang lupa akan bersyukur, dan malah kufur nikmat. Allah swt berfirman dalam QS-Al-Imran : 92   

Yang artinya : "kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnhya Allah mengetahuinya".

Tidaklah akan berkurang harta yang kita sedekahkan (wakafkan) dengan niat ikhlas karena Allah, melainkan allah akan menggantinya dengan berlipat-lipat ganda. Semoga dari cerita Sulaiman Al- Rajhi dapat lebih memotivasi diri kita untuk rajin berwakaf. Amiiin...


Nandang

Komentar