Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Imbalan Bagi Yang Gemar Berwakaf

Satu kepastian bahwa Allah tidak mewajibkan dan mensyariatkan sesuatu apapun tanpa adanya maksud dan tujuan yang agung. Demikian pula dengan perintah untuk melaksanakan sedekah jariyah (wakaf), tanpa kita sadari dengan kita berwakaf selain mendapatkan pahala yang senantiasa mengalir Allah swt juga telah mempersiapkan imbalan yang amat sangat indah berupa kenikmatan dan kebahagiaan yang haqiqi kelak di akhirat.

Dikisahkan ada tiga orang yang sedang mengantri di depan pintu surga, mereka adalah Ulama, Mujahid dan Orang kaya yang dermawan. Mereka saling mempersilahkan satu dengan yang lainnya untuk terlebih dahulu masuk ke dalam indahnya surga. Si Kaya dermawan dan Ulama mempersilahkan kepada mujahid untuk masuk surga terlebih dahulu, ”Hai sayed, silahkan masuk terlebih dahulu karena Allah Swt telah menjanjikan surga untukmu atas syahidmu kepada Allah Swt,”tetapi ternyata Mujahid menolaknya dengan halus, sambil berkata, ”Maaf, silahkan tuan Ulama yang terhormat masuk surga terlebih dahulu, karena saya tidak akan tahu keutamaan dari berjihad tanpa ilmu pengetahuan dari anda yang seorang ulama”. Akhirnya Si Kaya Dermawan dan Mujahid mempersilahkan Ulama memasuki surga terlebih dahulu.

Tetapi ketika si Ulama tadi akan masuk dan melangkahkan kakinya ke pintu surga, tiba-tiba tidak disangka ia justru kembali mundur dan berkata kepada Si Kaya Dermawan, hai Fulan, rasanya engkaulah yang lebih berhak untuk masuk surga terlebih dahulu dibandingkan kami (Mujahid dan Ulama), karena berkat dana bantuanmulah dibangun rumah-rumah ibadah seperti masjid, madrasah, pesantren, panti jompo, panti asuhan dan berbagai tempat-tempat kemaslahatan lainnya. Anda juga gemar membayar zakat, infaq, sedekah dan wakaf, sehingga saya memiliki peranan syiar agama. Dan si Sayed ini juga mau berjihad karena Allah Swt itu semua berkatmu”. Akhirnya, jadilah si Kaya Dermawan yang masuk surga nan indah terlebih dahulu.

Dari sepenggal kisah di atas kita bisa simpulkan bahwa betapa mulia dan dahsyatnya berkah juga pahala dari orang yang gemar bersedekah dan berwakaf, sampai-sampai seorang ulama dan mujahid pun mengalah untuk masuk ke dalam surganya Allah Swt.Maka dari itu ayok sama-sama kita berjihad dijalan yang Allah ridhoi, tunaikan apa yang sudah menjadi kewajiban kita sebagai muslim yang taat pada perintah Allah, dan sisihkanlah apa yang kita miliki dengan berwakaf.Karena, "Sesungguhnya yang benar-benar milik kalian wahai anak Adam adalah apa yang kau shodaqohkan (wakafkan) selain itu akan lenyap (HR Muslim)".

Kesungguhan dalam menjalani hidup dengan berpegang teguh pada prinsip dan keyakinan yang benar akan membawa kita pada kebahagiaan dunia dan akhirat, karena kebaikan yang telah kita perbuatlah yang kelak akan menuntun kita menuju pintu rahmat yang telah Allah Swt janjikan.


Semoga bermanfaat..

Komentar