Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Bentengi Hidup dengan Amalan Sholeh

Dalam hidup ini jika pandangan kita selalu diarahkan pada urusan duniawi, maka yang akan terasa hanyalah rasa lelah, namun jika kita memiliki kemampuan untuk membuat hidup berjalan dengan seimbang, mengapa kita tak melakukanya ?

Allah Swt berfirman dalam (QS.Al-Hadid : 20) Yang Artinya : Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.

Ayat ini menunjukan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang tak berakidah, penuh dengan kemaksiatan, permainan yang tiada akhlak dan tipu daya diantara sesama. Yang dimaksud sekedar permainan adalah sesuatu yang tiada bermanfaat dan melalaikan. Ayat ini juga menunjukan bahwa dunia adalah perhiasan, maksudnya ialah orang-orang yang terlena serta terbuai dengan kesenangan dunia dan menjadikannya sebagai penyombong diri dan tempat untuk saling bermegah-megahan dengan kenikmatan yang ada padanya berupa anak-anak, harta benda, kedudukan dan yang lainnya sehingga lalai dan tidak beramal untuk akhirat.

Allah Swt menyerupakan kehancuran dunia dan kefanaannya yang begitu cepat dengan hujan yang turun ke permukaan bumi. Ia menumbuhkan tanaman yang menghijau lalu kemudian berubah menjadi layu, kering dan pada akhirnya mati. Demikianlah kenikmatan dunia, yang pasti pada saatnya nanti akan punah dan binasa. Maka barang siapa mengambil pelajaran dari permasalahan yang disebutkan diatas, maka ia akan mengetahui bahwa dunia ibarat es yang semakin lama semakin mencair dan pada akhirnya akan hilang dan sirna,Sedangkan segala apa yang ada di sisi Allah hakikatnya adalah kekal abadi. Apabila seseorang mengetahui dengan yakin akan perbedaan antara dunia dan akhirat dan dapat membandingkan keduanya, maka akan timbul tekad yang kuat untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Untuk itu mari kita bentengi hidup dengan senantiasa menjaga iman dan akhlak kita semua dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah Swt dan menjadikan apa yang kita miliki sebagai alat untuk melapisi nilai keimanan kita terhadap Sang Maha Pencipta dan mengubah apa yang kita nafkahkan di jalan yang Allah ridhoi menjadi sesuatu yang berharga dimasa yang kekal abadi (akhirat) yakni dengan melaksanakan wakaf.


Komentar