Dana Yang Terkumpul   
Muhamad rais bin H.M Yahya    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 50.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
saripin bin samat    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
muhamad lutfi aji a.p bin joko    Rp. 500.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Eman bin Pulan    Rp. 100.000
Endang bin nano    Rp. 100.000
Total Dana Rp. 36.267.670

Berita Dan Kegiatan

Apa itu wakaf

A. PENGERTIAN WAKAF

Kata wakaf berasal dari bahasa Arab, yaitu Waqafa berarti menahan atau berhenti atau berdiam di tempat atau tetap berdiri.

Wakaf menurut Istilah adalah memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Wakaf menurut hukum Islam berarti menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama zatnya kepada nadzir (pengelola wakaf) baik berupa perorangan maupun berupa badan pengelola dengan ketentuan bahwa hasil atau manfaatnya digunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan syari’at Islam. 


B. LANDASAN WAKAF

1. AL QUR’AN :

Surat Ali Imron 3:92

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.“

Surat Al Baqoroh 2:262

"Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian mereka tidak mengiringi apa yang dinafkahkannya itu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan mereka. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati."

Surat Al Maidah 5:2

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

2. AL HADITS

“Apabila Anak Adam Wafat (meninggal), terputuslah amal perbuatannya, kecuali dari tiga perkara, yaitu sodaqoh jariyah (Amal yang mengalir terus-menerus), ilmu pengetahuan yang bermanfaat, dan anak yang soleh.“ (HR. Muslim)

3. UNDANG-UNDANG DAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERWAKAFAN DI INDONESIA.

a.Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik

b.Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 6 Tahun 1977 Tentang Tata Cara Pendaftaran Tanah Mengenai Perwakafan Tanah Milik

c.Peraturan Menteri Agama No. 1 Tahun 1978 Tentang peraturan pelaksanaan No. 28 Tahun 1977 tentang Perwakafan Tanah Milik

d.Keputusan Menteri Agama R.I Nomor : 581 Tahun 1999 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 1999, tentang Pengelolaan WAKAF DAN JARIYAH.

e.Undang-Undang RI No. 41 Tahun 2004 tentang WAKAF


C. Rukun Wakaf dan Syarat Wakaf

Rukun yang mesti dipenuhi dalam berwakaf ada empat:

1. Wakif adalah orang yang berwakaf, wakif harus memenuhi syarat-syarat, yaitu:

a.  Pemilik sah dari harta yang diwakafkan.

b.  Mempunyai kecukupan tabarru yaitu kecukupan melepaskan hak milik kepada orang lain. 

c.  Wakif tidak boleh mempunyai hutang sedikitpun, Jika wakif berhutang sedangkan hartanya cukup untuk membayar hutangnya, maka wakif boleh berwakaf, tetapi ia harus terlebih dahulu melunasi hutangnya.

2. Mauquf adalah Barang atau benda yang diwakafkan, harus mencukupi beberapa syarat, yaitu:

a.  Harus tetap zatnya dan dapat dimanfaatkan, tidak habis sekali pakai, serta halal dan sah menurut hukum.

b.  Harus jelas wujudnya, karakteristik, klasifikasi dan batas-batasnya (jika berbentuk tanah).

c.  Harus benar-benar kepunyaan wakif dan bebas dari segala beban.

3. Mauquf ‘alaih Yaitu orang yang menerima manfaat wakaf, dalam hal ini mauquf ‘alaih harus jelas dan pasti, misalnya:

a.  Untuk kepentingan umum, seperti pembangunan masjid, sekolah, rumah sakit.

b.  Untuk menolong fakir miskin, orang-orang terlantar dengan membangun panti asuhan.

c.  Tujuan wakaf tidak bleh bertentangan dengan nilai-nilai syariat.

4. Shigah waqaf yaitu lafadz atau ikrar wakaf. Syarat-syarat Shigah Berkaitan dengan isi ucapan (sighah), yakni :

a. ucapan itu mestilah mengandungi kata-kata yang menunjukKan kekalnya (ta’bid). Tidak sah wakaf kalau ucapan dengan batas waktu tertentu.

b. ucapan itu dapat direalisasikan segera (tanjiz), tanpa disangkutkan atau digantungkan kepada syarat tertentu.

c. ucapan itu bersifat pasti.

d. ucapan itu tidak diikuti oleh syarat yang membatalkan. 

Apabila semua persyaratan diatas dapat terpenuhi maka penguasaan atas tanah wakaf bagi penerima wakaf adalah sah. Pewakaf tidak dapat lagi menarik balik pemilikan harta itu telah berpindah kepada Allah dan penguasaan harta tersebut adalah orang yang menerima wakaf secara umum ia dianggap pemiliknya tapi bersifat ghaira tammah.


D. Macam-macam Wakaf 

ada dua macam wakaf yang terkenal dikalangan kaum muslimin, yaitu:

1.Wakaf ahli

Wakaf ahli disebut juga wakaf keluarga atau wakaf khusus. Maksud wakaf ahli ialah wakaf yang ditujukan kepada orang-orang tertentu, seorang atau terbilang, baik keluarga wakif maupun orang lain. Misalnya, seseorang mewakafkan buku-buku yang ada di perpustakaan pribadinya untuk turunannya yang mampu menggunakan. Wakaf semacam ini dipandang sahdan yang berhak menikmati harta wakaf itu adalah orang-orang yang ditunjuk dalam pernyataan wakaf.

2. Wakaf khairi

Wakaf khairi ialah wakaf yang sejak semula ditujukan untuk kepentingan-kepentingan umum dan tidak ditujukan kepada orang-orang tertentu. Wakaf khairi inilah yang benar-benar sejalan dengan amalan wakaf yang amat digembirakan dalam ajaran Islam, yang dinyatakan pahalanya akan terus mengalir hingga wakif meninggal dunia, selama harta masih dapat diambil manfaatnya.


E. Benda-benda Wakaf 

Dalam UU No 41 tahun 2004 pasal 15, harta benda wakaf hanya dapat diwakafkan apabila dimiliki dan dikuasai oleh wakif secara sah. Jadi harta benda yang boleh di wakafkan haruslah menjadi kekuasaan penuh wakif baik secara syariah atau hukum yang berlaku di Indonesia. Wakaf tidak terbatas hanya pada tanah milik (benda tak bergerak) melainkan mencakup benda bergerak dengan syarat memiliki daya tahan lama dan bernilai, supaya harta wakaf tersebut dapat dimanfaatkan untuk jangka panjang, yaitu:

A) Benda tidak bergerak

-    Tanah

-    Bangunan

-    Tanaman

-    Rumah

-    Benda tidak bergerak lainnya sesuai ketentuan syariah

B) Benda bergerak

-    Uang

-    Logam mulia

-    Surat berharga

-    Kendaraan

-    Kekayaan intelektual

-     Hak sewa

-    Benda bergerak lainnya sesuai ketentuan syariah


Fitri

Komentar